Makalah Ekosistem Sawah dan Tegalan

6:00:00 AM 0

Selamat pagi sahabat kali ini saya akan membuat artikel tentang ekosistem sawah dan tegelan yang mana artikel ini adalah makalah dari kelompok saya, dari pembelajaran ektum, jangan lupa folow, like, comen ya,,, langsung saja cikidott...


PENDAHULUAN


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan ke-satuan secara utuh dan menyeluruh antara se-genap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem terbagi atas tiga tipe ekosistem, yakni; ekosistem air, ekositem darat dan ekosistem buatan. Salah satu contoh eko-sistem buatan adalah ekosistem sawah (Elfis, 2010a).
Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh pematang, serta dapat di tanami padi, palawija atau tanaman budidaya lainnya. Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi me-merlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem irigasi dan mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (Wikipedia, 2011).





BAB 1
EKOSISTEM SAWAH

1.1 Pengertian Ekosistem Sawah
           Suatu ekosistem pada dasarnya me-rupakan suatu sistem ekologi tempat ber-langsungnya sistem pemrosesan energi dan per-putaran materi oleh komponen-komponen ekosistem dalam waktu tertentu. Unsur-unsur ekosistem terdiri dari unsur komponen abiotik yang terdiri dari habitat seperti tanah, air, udara, materi organik, dan anorganik hasil de-komposisi makhluk hidup termasuk cahaya matahari dan iklim, dan komponen biotik yang terdiri dari semua unsur makhluk hidup, tumbuhan, hewan, dan mikrobiota; yang ter-susun dari unsur ototrof sebagai produsen (tumbuhan hijau), unsur heterotrof sebagai konsumen dan dekomposer (Elfis, 2010a).

Lebih lanjut Elfis (2010a), menyatakan bahwa ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan ke-satuan secara utuh dan menyeluruh antara se-genap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem terbagi atas tiga tipe ekosistem, yakni; ekosistem air, ekositem darat dan ekosistem buatan. Salah satu contoh eko-sistem buatan adalah ekosistem sawah.
Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh pematang, serta dapat di tanami padi, palawija atau tanaman budidaya lainnya. Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi me-merlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem irigasi dan mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir dikenal se-bagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (Wikipedia, 2011).

Menurut Aryulina dkk (2007), sawah me-rupakan ekosistem buatan yang dibentuk secara sengaja oleh manusia untuk memenuhi ke-butuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.
Senada dengan itu Watanabe dalam Litbang Deptan (2010), menyatakan bahwa sawah adalah suatu ekosistem buatan dan suatu jenis habitat khusus yang mengalami kondisi kering dan basah tergantung pada ketersediaan air. Karakteristik ekosistem sawah ditentukan oleh penggenangan, tanaman padi, dan budi dayanya. Sawah tergenang biasanya merupakan lingkungan air sementara yang dipengaruhi oleh
keanekaragaman sinar matahari, suhu, pH, kon-sentrasi O2, dan status hara.

1.2 Ekosistem Tegalan
1.2.1 Pengertian Ekosistem Tegalan
Tegalan adalah tanah kering yang terletak disekitar daerah pemukiman (desa) karena keadaannya yang kering tidak dapat diubah menjadi sawah (Sugeng HR, 1989:62).
Menurut YT. Prasetyo (2006), tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada turunnya air hujan atau lahan yang tidak memperoleh pengairan tekhnis ataupun setengah teknis.

 Menurut YT.Prasetyo (2006), dilihat dari segi iklim tagelan atau lahan kering dibedakan menjadi:
a. Lahan kering beriklim basah
Lahan kering beriklim basah ini ditandai dengan curah hujan lebih dari 2.200 mm pertahun dengan penyebaran relatif merata.
b. Lahan kerng beriklim kering
Lahan kering beriklim kering memounyai curah hujan antara 1.000-1.500 mm per tahun selama 3-4 bulan dengan penyebaran yang tidak teratur.

1.3 Klimatologis Dan Edaphis Ekosistem Sawah
1.3.1 Klimatologis Ekosistem Sawah
Klimatologi didefinisikan sebagai ilmu yang memberi gambaran dan penjelasan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat berbeda dan bagaimana kaitan antara iklim dan aktivitas manusia, Secara mudahnya, ilmu iklim/klimatologi yaitu cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur-unsur cuaca hari demi hari dalam periode tertentu (beberapa tahun) di suatu tempat dan wilayah tertentu.
Menurut Angga Mechan, Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang atmosfir.mirip dengan meterologi tapi dalam kajiannya meterologi lebih membahas tentang atmosfer,sedangkan pada klimatologi pada hasil akhir dari proses-proses atmosfer.
Padi dapat tumbuh baik di daerah daerah yang berhawa panas dan udara nya banyak mengandung uap air.di negri kita padi di tanam dari dataran rendah sampai 1.300 meter diatas permukaan laut. Padi menghendaki tempat dan lingkungan yang terbuka yang banyak mendapat sinar matahari (soemartono dkk, 1984:43-44).
Iklim merupakan rerata cuaca pada jangka panjang, minimal per musim atau per periode atau per tahun, dan seterusnya. Sedangkan cuaca adalah kondisi iklim pada suatu waktu berjangka pendek, misalnya harian, mingguan, bulanan, dan maksimal semusim atau periode (Dr.Ir. Kemas A.H, M.S , 2005:50).

Adapun komponen-komponen klimatologi tersebut adalah sebagai berikut:
1. suhu
Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup,termasuk tumbuhan. Suhu dapat memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Rai dkk(1998) suhu dapat berperan langsung hampir pada setipa fungsi dari tumbuhan denggan mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut,serta berperan tidak langsung dengan mempengaruhi faktor-faktor lain nya trrutama suplai air.suhu akan mempengaruhi lajub epavorasi dan memnyebab kan keefektifan hujan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme (elfis 2010).
2. kelembaban udara
Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut hygrometer (Wikipedia, 2012).
3. Angin
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah (Wikipedia, 2012).
4. Kelembapan
Kelembapan merupakan salah satu komponen abiotik diudara dan ditanah. Kelembapan di udara berarti kamdungan uap air diudara sedangkan kelembapan ditanah berarti kandungan air ditanah (aryulina dkk, 2007:269).
5. Awan, kabut
Awan ialah gumpalan uap air yang terapung di atmosfera. Ia kelihatan seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit. Awan tidak sama jenisnya dan selalu berubah bentuk. Awan bergantung pada ketinggian dan suhunya.

Awan dibedakan menurut bentuk dan tingginya ada 4 kumpulan yang utama, yaitu awan rendah, awan sederhana tinggi, awan tinggi dan awan yang tinggi keatas.
A. Awan Rendah
- terdiri dari awan Stratokumulus, awan Nimbostratus dan awan Stratus.
- terletak kurang daripada 3000 meter dari muka bumi.

a. Stratokumulus
Stratokumulus (Sc) ialah awan berwarna kelabu/putih yang terjadi apabila bahagian puncak awan kumulus yang terbentuk pada waktu petang menghampar dibawah songsangan suhu. Awan-awan ini terjadi pada lewat petang dan senja apabila atmosfera mula menjadi stabil. Warna kekuningan muda adalah disebabkan pantulan sinaran suria pada waktu senja. Stratokumulus juga akan boleh terjadi tanpa penghamparan awan kumulus.

b. Nimbostratus
Awan Nimbostratus gelap dan mempunyai lapisan-lapisan jelas dan dikenali juga sebagai awan hujan

c. Stratus
Stratus ialah awan berupa cebisan kain koyak terbentuk dalam udara lembab bergelora pada paras rendah atmosfera selepas hujan. Warna kekuningan muda latar belakang adalah disebabkan oleh pantulan sinaran suria waktu senja oleh sirrostratus yang terjadi selepas aktiviti ribut petir pada waktu petang. Awan Stratus sangat rendah, tebal dan berwarna kelabu.

B. Awan Sederhana Tinggi
- tediri dari awan Altokumulus dan Altostratus.
- letaknya antara 3000 hingga 6000 meter dari muka bumi


a. Altokumulus
Awan Altokumulus berkepul-kepul, tidak rata dan berlapis.Awan itu menandakan keadaan cuaca yang baik. Tiap-tiap elemen nampak jelas tersisih antara satu sama lain dengan warna keputihan dan kelabu yang mana membedakannya daripada Sirokumulus.

b. Altostratus
Altostratus(As), awan kekelabuan (bergantung kepada ketebalan) peringkat pertengahan yang menghasilkan hujan apabila cukup tebal. Awan-awan ini terjadi dalam lapisan atmosfera stabil dan boleh menjadi tebal apabila cukup kelembapan dan penyejukan. Hujan berterusan pada waktu senja dan malam selepas aktiviti ribut petir pada lewat petang dan senja adalah disebabkan perkara ini. Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari terdahulu, mula menghilang apabila matahari terbit pada awal pagi. Awan Altostratus lebih padat, berwarna kelabu dan kelihatan seperti air.

C. Awan Tinggi
- terdiri dari awan Sirus, Sirokumulus dan Sirostratus

a. Sirus
Awan Sirus(Ci) ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. Awan Sirus kelihatan seperti kapas tipis dan awan ini menunjukkan cuaca agak cerah.

b. Sirokumulus
Awan Sirokumulus kelihatan seperti sisik ikan.

c. Sirostratus
Awan Sirostratus ialah awan putih yang tipis

D. Awan yang Tinggi ke Atas
- terdiri dari awan Kumulus dan awan Kumulonimbus.
- letaknya kira-kira 6000 hingga 9000 meter dari muka bumi.

a. Kumulus
Pandangan jarak dekat awan Kumulus yang sedang berkembang aktif pada lewat pagi dan awal petang disebabkan pemanasan permukaan tanah dan perolakan. Awan-awan itu kelihatan seperti ‘popcorns’ dengan tepian nyata(clear outline). Warnanya putih pada puncak kerana semua gelombang sinar suria dipantulkan pada kadar yang sama. Warna gelap itu disebabkan oleh penembusan terhad sinar suria dan juga kadar serapan yang bertambah terhadap gelombang selebihnya kerana titisan air besar. Dengan kandungan kelembapan dan penaikan udara mencukupi, awan-awan ini tumbuh tinggi dan menghasilkan hujan panas. Dalam keadaan ketidakstabilan udara yang mendalam, ribut petir berlaku pada waktu petang atau lewat petang Awan Kumulus terbentuk kelompok-kelompok bulat
b. Kumulonimbus
Pemandangan jarak jauh deretan awan Kumulonimbus (Cb) . Awan-awan ini tinggi berwarna putih / gelap. Tapaknya terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki manakala puncaknya boleh mencapai ketinggian melebihi 35000 kaki. Pembentukan deretan awan ini merupakan satu ciri biasa pada awal pagi Monsun Barat Daya. Kedudukan Sel-sel Cb yang begitu rapat menyebabkan awan-awan itu kelihatan bersambung. Warna kuning keemasan itu disebabkan pantulan sinar suria pagi yang sedang terbit di timur. Awan nipis berbentuk topi kelihatan diatas puncak awan Cb menunjukan kewujudan udara stabil mengalir diatas puncak awan itu (Cb). Awan-awan Cb ini kerap bergerak masuk ke pedalaman melalui kawasan pantai pada peringkat akhir Monsun Barat Daya. Apabila ketidakstabilan atmosfera mencapai lebih tinggi, awan-awan ini membawa hujan lebat dan ribut petir kepada kawasan terlibat.
Awan Kumulonimbus berbentuk kelompok-kelompok besar. Kelompok-kelompok yang berwarna putih dan hitam ini mempunyai bentuk dan rupa yang beranekaragam. Awan membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir ( blogspot, 2012).

Kabut (Fog) adalah awan lembap yang terjadi pada permukaan bumi yang mengandung jutaan butiran – butiran air yang sangat kecil dan melayang - layang di udara ( blogspot, 2012).

1.3.2 Edaphis Ekosistem Sawah
    Menurut Aryulina (2007), tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut dan pembusukan bahan organik.
    Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai ''pedogenesis'' (Wikipedia, 2012).

Menurut Ensiklopedia (2012), macam-macam/jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia:
1. Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

2. Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3. Tanah Alluvial / Tanah Endapan
Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

4. Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.

5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi
Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

6. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.

7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur
Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

8. Tanah Gambut / Tanah Organosol
Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.
Padi dapat diusahakan ditanah kering dan disawah. Ditanah kering padi dapat tumbuh dengan baik dan akan banyak memberi hasil, apabila tanah subur dan banyak mengandung humus. Pada pertanaman padi diladang yang tanahnya berasal dari tanah hutan yang baru dibuka (soemartono dkk, 1984:46).

1.3.3  jaring-jaring makanan ekosistem sawah dan tegalan

Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.(Wikipedia, 2012)
Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.(Wikipedia, 2012)


rantai makan ekosistem sawah dan tegalan


Dalam suatu ekosistem umumnya tidak hanya terdiri dari satu rantai makanan, akan tetapi banyak rantai makanan. Tumbuhan hijau tidak hanya dimakan oleh satu organisme saja, tetapi dapat dimakan oleh berbagai konsumen primer. Misalnya: padi daunnya dimakan ulat, ulat dimakan burung pipit, burung pipit dimakan burung elang, Padi juga dimakan tikus, tikus dimakan oleh burung elang, tikus juga dimakan ular. padi juga dimakan burung, burung pipit dimakan burung elang. Akibatnya dalam suatu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan saja tetapi banyak bentuk rantai makanan. Rantai-rantai makanan yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain disebut jaring-jaring makanan. (smartschool, 2012)



BAB 2

KOMPONEN – KOMPONEN EKOSISTEM SAWAH

2.1 Komponen Abiotik Ekosistem Sawah
    Menurut Elfis (2010a), unsure-unsur ekosistem terdiri dari unsure komponen Abiotik yang terdiri dari habitat seperti tanah, air, udara, materi organic, dan an-organik hasil dekomposisi mahluk hidup termasuk cahaya matahari dan iklim.

Adapun komponen abiotik ekosistem sawah adalah sebagai berikut:
1. Tanah
Tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut, dan pembusukan bahan organik, tanah memiliki sifat, tekstur, dan gangguan mineral tertentu. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organism untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur.(Aryulina,2007)
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.( shvoong/ exact-sciences, 2012)

2. Air
Air merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan dapat hidup. Bagi tumbuhan, air mempunyai peranan yang penting karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan.
Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi, dengan jumlah sekitar 1.368 juta km3. Air terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya uap air, es, cairan dan salju. Air tawar terutama terdapat di danau, sungai, air tanah (ground water) dan gunung es (glacier). Semua badan air di daratan dihubungkan dengan laut dan atmosfer melalui siklus hidrologi yang berlangsung secara kontinu (Effendi dalam ELfis, 2010b).
Air merupakan faktor lingkungan yang penting, semua organisme hidup memerlukan kehadiran air ini. Perlu dipahami bahwa jumlah air di sistem bumi kita ini adalah terbatas dan dapat berubah-ubah akibat proses sirkulasinya. Pengeringan bumi sulit untuk terjadi akibat adanya siklus melalui hujan, aliran air, transpirasi dan evaporasi yang berlangsung secara terus menerus. Bagi tumbuhan air adalah penting karena dapat langsung mempengaruhi kehidupannya. Bahkan air sebagai bagian dari faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perubahan struktur dan organ tumbuhan.(Elfis, 2010 )
Air terdiri dari molekul-molekul H2O. Air dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Dialam, air dapat berbentuk padat, misalnya es dan Kristal es (salju), serta berbentuk gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat diperlukan oleh mahluk hidup karena sebagian  besar tubuhnya mengandung air.(Aryulina, 2007:269)

3. Udara
udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%), karbon dioksida (0,03%), dan gas-gas lain. Nitrogen diperlukan mahluk hidup untuk membentuk protein. Oksigen digunakan makhluk untuk bernafas. Karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis.(Aryulina, 2007:269).

4. Cahaya matahari
Cahaya matahari; kebutuhan tumbuh-tumbuhan akan cahaya matahari ber-kaitan pula dengan energi dan suhu udara yang ditimbulkannya. Terdapat 4 kelompok vegetasi yang dipeng-aruhi oleh suhu lingkungan panas se-panjang tahun, misalnya tumbuhan daerah tropis), mesotermal (tumbuhan yang menyukai lingkungan yang tidak bersuhu terlalu panas atau terlalu dingin), mikrotermal (tumbuhan di habitatnya, yaitu kelompok vegetasi atau tumbuhan megatermal (tumbuhan menyukai habitat bersuhu yang menyukai habitat bersuhu rendah atau dingin, misalnya tum-buhan dataran tinggi atau habitat subtropis) dan hekistotermal yaitu tumbuhan yang terdapat di daerah kutub atau alpin (Elfis, 2010c).

Cahaya matahari mempengaruhi ekosistem secara global Karena matahari menentukan suhu lingkungan. Cahaya matahari juga merupakan unsure vital yang dibutuhkan oleh tunbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.(pratiwi,2007:273)
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. ( shvoong/ exact-sciences, 2012)

5. Iklim
Iklim merupakan rerata cuaca pada jangka panjang, minimal permusim atau per periode atau per tahun, dan seterusnya, sedangkan cuaca adalah kondisi iklim pada suatu waktu berjangka pendek, misalnya harian, mingguan, bulanan dan maksimal semusim atau seperiode.(Hanafi, 2007).


2.2 Komponen Biotik Ekosistem Sawah
    Menurut Elfis (2010), komponen biotik ialah faktor yang meliputi semua mahluk hidup dibumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, dan mikroorganisme berperan sebagai decomposer. Berdasarkan fungsinya komponen Biotik dibedakan atas:
1. Produsen
Produsen, merupakan organisme yang mampu membentuk makananya sendiri dari zat-zat organik melalui proses fotosintesa dan klorofil. Or-ganisme ini disebut autotrof karena mampu membentuk makanannya sen-diri juga menyediakan kebutuhan makhluk hidup lainnya. Contoh: tum-buhan hijau (padi).
2. Konsumen
Konsumen, adalah sekelompok makhluk hidup yang memakan pro-dusen dan hewan lainnya. Kelompok ini tidak mampu membuat makanan-nya sendiri dari bahan anorganik. Karena itu, ia sangat ter-gantung pada organisme produsen. Organisme kon-sumen disebut heterotrof. Pada konsumen juga ter-dapat tingkatan lagi. Hewan yang me-makan organisme produsen disebut konsumen primer. Jenisnya terdiri dari herbivora dalam struktur trofik menduduki tingkat trofik kedua. Konsumen yang memakan herbivora disebut konsumen skunder dan terdiri dari hewan-hewan karnivora atau om-nivora. Konsumen trofik ini berada pada tingkat trofik ketiga. Contoh: belalang, burung, siput dan lain-lain.
3. Pengurai
Pengurai, merupakan organisme yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lainnya yang telah mati menjadi zat-zat anorganik. Zat ini tersimpan dalam tanah dan dimanfaatkan tumbuhan se-bagai bahan makanannya. Organisme pengurai adalah bakteri dan jamur.

2.3 Jaring-jaring Makanan Ekosistem Sawah
Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan ling-kungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mem-pengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati mem-bentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia. Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan (Admin, 2010b).

Bila sebagian dari biomassa suatu komunitas tumbuhan dimakan. Energi itu di teruskan ke pada suatu heterotrof, yang untuk keberadaannya bergantung pada energi tersebut. Misalnya belalang, tumbuh dan melaksanakan seluruh kegiatannya berkat energi yang tersimpan dalam tumbuhan yang dimakannya. Pada gilirannya, herbivora menyediakan makanan untuk hewan karnivora. Belalang tadi dapat di makan oleh katak. Proses pemindahan energi dari makhluk ke makhluk dapat berlanjut. Katak dapat di makan oleh ular hitam, yang pada gilirannya dapat di makan oleh burung elang. Lintasan konsumsi makanan seperti ini di sebut rantai makanan (Kimbal, 1983).
Pada setiap tingkatan konsumsi dalam rantai makanan, sebagian dari hasil bersih tingkatan tersebut tidak di-konsumsi oleh tingkatan yang lebih tinggi berikutnya, tetapi setelah organisme itu mati, diurai oleh banyak sekali terdapat didalam tanah dan dimana pun organik terdapat. Mereka meng-ekstrasi energi yang tersisa dalam bahan organik dengan melepaskan produk an-organik dari degradasinya (umpamanya, CO2, NH3) kembali ke alam seitarnya. Aliran energi melalui biosfer ini searah; dari matahari ke produsen, kemudian ke konsumen, dan akhirnya ke organisme pengurai. Akan tetapi, bahan-bahan pem-bangun benda hidup dan yang menyimpan energi matahari harus di daur ulang jika sistem itu harus berlanjut (Kimbal, 1983).
Menurut Admin (2010b), rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui se-deretan organisme yang makan dan yang dimakan. Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1) Rantai pemangsa, rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
2) Rantai parasit, rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
3) Rantai saprofit, rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

        
salah satuh rantai makanan ekosistem sawa

Makalah Filtrasi

6:26:00 PM 0

Selamat sore pembaca biologi asyik setia, kali saya akan membahas tentang Filtrasi tepatnya tentang makalah Filtras. apa itu Filtrasi? Filtrasi adalah metode pemisahan dengan cara penyaringan mungkin berbeda dengan pengertian dibawah tapi intinya sama saja hehehhe.. semoga tulisan ini bisa membantu anda n selamat membaca. dan jangan lupa comen, folow, like, untuk kemajuan blog ini dan nunsa dan bangsa hheheh langsung saja cikidott..

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia.
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi. Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran. Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan.

B. Tujuan Penulisan

Pembuatan makalah ini selain untuk melengkapi salah satu tugas mata pelajaran Teknologi Pemisahan, juga untuk mengetahui :
1.Jenis pemisahan
2.Proses pemisahan
3.Contoh Filtrasi





BAB II
FITRASI

A. Pengertian Filtrasi


Filtrasi adalah metode pemisahan fisik, yang digunakan untuk memisahkan antara cairan (larutan) dan padatan. Cairan yang telah melalui proses filtrasi/penyaringan disebut filtrat, sedangkan padatan yang tertumpuk di penyaring disebut residu. Walaupun ada kalanya residu adalah produk yang diinginkan.

B. Prinsip Filtrasi 


Prinsip dasar dari filtrasi ini sangat sederhana yaitu menyaring molekul-molekul padatan yang tercampur dalam larutan, maka tingkat kemurnian filtrat yang diperoleh dari filtrasi ini bergantung pada kualitas serta ukuran pori dari filter (penyaring) yang digunakan.
Untuk metode filtrasi, dimana yang diinginkan ialah residu-nya (ampas) biasanya diperlukan langkah pengeringan agar seluruh cairan yang masih tersisa dalam padatan menguap.

C. Tujuan Dari Filtrasi 


a. Memanfaatkan air kotor atau limbah untuk bisa digunakan kembali
b. Mengurangi resiko meluapnya air kotor dan limbah
c. Mengurangi keterbatasan air bersih dengan membuat filtrasi air
d. Mengurangi penyakit yang diakibatkan oleh air kotor
e. Membantu pemerintah untuk menggalakan air bersih

D. Maanfaat Dari Filtrasi :

a. Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja, misalnya : sungai, rawa, telaga, sawah dan air kotor lainnya
b. Dapat mengilangkan bau tidak sedap pada air yang keruh
c. Dapat mengubah air yang keruh menjadi lebih bening
d. Menghilangkan pencemar yang ada dalam air atau mengurangi kadarnya agar air dapat diminum
e. Cara ini berguna berguna untuk desa yang masih jauh dari kota dan tempat terpencil

E. Jenis – Jenis Filtrasi


1. Proses filtrasi sederhana (tanpa tekanan) adalah proses penyaringan dengan media filter kertas saring. Hal ini dilakukan dengan cara kertas saring dipotong melingkar, kemudian lipat dua, sebanyak tiga atau empat kali. Selanjutnya buka dan letakkan dalam corong pisah sehingga melekat pada corong pisah. Tuangkan campuran heterogen yang akan dipisahakan, sedikit demio sedikit. Hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residen dan zat cairnya disebut dengan filtrat.

Proses filtrasi sederhana (tanpa tekanan)


2. Proses Filtrasi dengan tekanan, umumnya dengan cara divakumkan (disedot dengan pompa vakum). Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya.

Proses Filtrasi dengan tekanan

3. Proses Filtrasi dengan Membran merupakan proses saparasi dengan menggunakan membran dengan ukuran pori £ 0,1 mikron. Prinsip teknik filtrasi membran ini adalah dengan menyaring cairan sampel melewati saringan yang sangat tipis dan yang terbuat dari bahan sejenis selulosa.

Proses Filtrasi dengan Membran

Makalah Bahan Berbahaya dan Beracun

4:46:00 AM 0
makalah bahan berbahaya dan beracun
             Selamat pagi pembaca Biologi Asyik hari ini admin memposting artikel tentang makalah bahan berbahaya dan beracun yang makalah ini admin dapatkan dari adik admin yang berjurusan Anafarma. okey langsung saja cikidokkkkkkkkk... selamat membaca.. jangan lupa comen, like sosial media admin untuk menyemangati admin memposting artikel selanjutnya. terima kasih


BAB I
PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang
Racun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil menimbulkan keracunan pada manusia atau mahluk hidup lainnya. Keracunan adalah salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat baik di Negara maju maupun negara berkembang. Angka yang pasti dari kejadian keracunan di Indonesia belum diketahui secara pasti, meskipun banyak dilaporkan kejadian keracunan di beberapa rumah sakit, tetapi angka tersebut tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya di masyarakat. Dari data statistik diketahui bahwa penyebab keracunan yang banyak terjadi di Indonesia adalah akibat paparan pestisida, obat obatan, hidrokarbon, bahan kimia korosif, alkohol dan beberapa racun alamiah termasuk bisa ular, tetradotoksin, asam jengkolat dan beberapa tanaman beracun lainnya. Keracunan adalah keadaan sakit yang ditimbulkan oleh racun. Bahan racun yang masuk ke dalam tubuh dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu, seperti paru-paru, hati, ginjal dan lainnya. Tetapi zat tersebut dapat pula terakumulasi dalam organ tubuh, tergantung sifatnya pada tulang, hati, darah atau organ lainnya sehingga akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang.

       B.     Rumusan Masalah
1. Menjelaskan definisi racun
2. Menjelaskan Simbol-simbol bahan kimia atau beracun
3. Tingkat keracunan bahan beracun
4.  Factor Yang Menentukan Tingkat Keracunan
5.  Menjelaskan tentang bahaya racun terhadap kesehatan.
6.  Menjelaskan tentang usaha pencegahan

       C.    Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui dan memahami tentang racun atau bahan kimia.
2. Mengetahui dan memahami langkah diagnosis penyakit akibat bahan kimia.
3. Mengetahui dan memahami manaterial dalam usaha-usaha pencegahan. 

Hormon-hormon Gonadal

4:59:00 PM 0
             Selamat siang pembaca setia biologi asyik kali ini admin akan memposting tentang hormon-hormon gonadol yang admin dapatkan dari ppt kelompok kuliyah admin dan admin sulap menjadi artikel heheh semoga bermanfaat segala kekurangannya mohon maaf saya cuma manusia biasa. tujuan saya cuma satu membantu kaliyan yang membutuhkan tulisan ini, so selamat membaca... terimakasih ;-)

peta konsep hormon gonadal

Gonad yaitu testes pada hewan jantan dan ovaria pada hewan betina.
  • Pada umumnya hormon-hormon gonadal berfungsi mempertahankan organ-organ pelengkap dan sifat-sifat kelamin sekunder.
  • Sifat-sifat kelamin sekunder adalalah  manifestasi luar seksualitas seperti kelenjar mammae, modifikasi pelvis, konfigurasi atau bentuk tubuh, distribusi bulu, suara, tanduk, dan sebagainya.
  • Sifat-sifat itu umumnya baru nyata sesudah hewan mencapai masa pubertas dikala hormon-hormon gonadal sudah mulai diproduksi dan sudah mulai berfungsi.

 1. Androgen


Androgen / hormon kelamin jantan dihasilkan oleh testes (testosteron) dan sedikit oleh cortex adrenal. Di samping itu testis juga mensekresikan juga sejumlah kecil estrogen kecuali testis kuda yang memproduksi estrogen dalam jumlah besar.
Androgen termasuk dalam kelompok hormon-hormon steroid yang dikarakteriser oleh adanya inti cylopentano-perhydro-phenanthrene. Inti tersebut  tidak hanya ditemukan pada hormon-hormon steroid seperti estrogen, progesteron, androgen dan corticoid adrenal tetapi juga pada substansi-substansi seperti cholesterol, Asam-asam ampedu dan vitamin D.

 2. Testoteron
  • Testoteron yang mungkin terdapat dalam bentuk ester.
  • Testoteton bersikulasi dalam gabungan dengan protein darah
  • Hormon Testoteron ini tidak disimpan tetapi digunakan atau dirusak dengan cepat dan dieksresikan melalui urine atau empedu dan faeces.

Produk-produk utama yang dilepaskan melalui urine adalah:
  1. Androsteron
  2. Epiandrosteron
  3. Etiocholanolon 
alur biogenesis testoteron

INFO
Pengaturan pelepasan testoteron dikontrol oleh LH dan ICSH. Banyak data menunjukkan bahwasannya testoteron bekerja secara labgsung terhadap hypothalamus dan menghambat pelepasan FSH dan melalui suam pusat di hypothalamus menghambat pelepasan LH dan sintesa androgen. 

Keperluan Testoteron dan Androgen dari Testis yaitu :
  1. Diferensiasi seksual organ-organ kelamin luar dan penurunan testes ke dalam scrotum pada foetus.
  2. Diperlukan saat keinginan kelamin atau libido dan kesanggupan untuk ereksi dan ejakulasi
  3.  Keratinasi epithel praeputium, pemisahan glans penis dari praeputium dan pertumbuhan penis dan praeputium pada pubertas.
  4. Sebagai pertumbuhan dan kelangsungan fungsi kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap, untuk menghasilkan cairan/plasma sel semen sewaktu ejakulasi.
  5. sifat-sifat kelamin sekunder yang jhas bagi hewan jantan, misalnya: tanduk. Jengger, rambut pubis, pecahan suara, pertambahan otot.
  6. Kelangsungan sekrotis dan aktivitas absorpsi dan struktur efferentes testes, epididymis dan ducti defferentia termasuk ampulla.

3. Estrogen

Estrogen adalah hormon yang menimbulkan estrus atau berahi pada hewan betina.
  • Estrogen dan progesteron umumnya disebut hormon-hormon kelamin betina dan tergolong hormon-hormon steroid.
  • Hormon estrogen mungkin disekresikan oleh theca interna dari folikel de graaf.
  • Pada mamalia, sedikit-dikitnya telah ditemukan 8 estrogen yaitu  : estradiol 17 ß, estron, estriol, 16- epiesterol, 16- hydroxestrone, equilin, equilenin dan hippulin.
  • Karena estrogen bersifat steroid dan larut didalam minyak, maka pada umumnya isuntikkan secara intramuskuler atau supcutan dalam bentuk pellet atau butir-butiran, dari mana tersebut akan diabsorpsi perlahan-perlahan selama beberapa bulan.
INFO

Kadar estrogen tinggi yang secara normal ditemukan dalam urine kuda jantan mungkin dihasilkan oleh sel-sel interstitial atau  sel-sel sertoli pada testis. 

 Ada 2 macam estrogen yang tersedia secara komersial:
  1. Estrogen alamiah seperti estradiol, estron, dan estriol yang dihasilkan dari sumber-sumber alamiah seperti urine kuda bunting atau wanita hamil dan dari placenta dan cairan amnion manusia
  2. Stilbestrol atau diethylstilbestrol yang disentesa dari berbagai derivat ter-arang dan steroid –steroid  lainnya.

Biologik Estrogen
Untuk pembentukan biologik estrogen  dipakai sejumlah aktifitas yang distimuler oleh hormon-hormon tersebut pada hewan  imatur atau hewan yang dikastri. Beberapa diantaranya:
  • Induksi estrus vaginal .
  • Peninggian berat uterus.
  • Peninggian berat tuba fallopi pada anak ayam.
  • Penentuan kimiawi meliputi perubahan-perubahan colori metrik dan fluorimetrik.

4. Progesteron

Progesteron adalah progestogen alamiah terpenting yang disekresikan oleh sel-sel lutein corpus luteum. Disamping itu hormon ini  dihasilkan juga oleh placenta.
Sebagaimana steroid steroid lainnya progesteron tidak disimpan didalam tubuh, ia dipakai secara cepat atau dieksresikan dan hanya terdapat dalam kosentrasi rendah didalam jaringan tubuh.
Fungsi progesteron sulit dipisahkan dari hormon-hormon lain seperti estrogen. Hal ini disebabkan karena kenyataan bahwa progesteron secara normal bekerja sama dengan estrogen dan steroid-steroid lainnya dan menghasilkan hanya sedikit pengaruh-pengaruh khusus bila bekerja sendiri.

Beberapa pengaruh khusus progesteron dapat disebut sebagai berikut :
  1. Progesteron menstimuler pertumbuhan sistem glanduler pada endometrium uterus yang telah disensitifkan terlebih dahulu oleh estrogen.
  2. Ptogesteron mempertahankan kebuntingan dengan menghasilkan suatu lingkungan endometrial yang sesuai untuk kelanjutan hidup dan perkembangan embrio.
  3. Menghambat produksi FSH dan LH, progesteron mencegah terjadinya estrus, ovulasi dan siklus berahi.
  4. Progesteron mungkin bekerja sama dengan estrogen untuk menstimuler okulasi dengan menggertak pelepasan LH.
  5. Progesteron bekerja sama dengan estrogen menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan sistem alveoler kelanjar mamae.

Bioassay untuk Progesteron termasuk prosedur-prosedur yang menyebakan:
  • Reaksi decidual
  • Proliferasi progestasional pada endometrium kelinci.
  • Kadar anhydrosa karbonik pada uterus kelinci.
  • Kelangsungan kebuntingan, dan kadar pregnanediol di dalam urine.

Tidak ada satupun cara-cara bioassay ini culup sensitif untuk mengukur kadar progesteron dalam plasma darah. Penentuan-penentuan kimiawi memakai fluoresensi dan Chromotography gas jauh lebih baik. 

5. Relaxin

Relaxin. Penemuan  pertama tentang adanya suatu zat aktif didalam darah marmot yang menyebabkan pengendoran symphysis pelvis. Hormon tersebut belum dapat disolasi dalam bentuk murni sehingga sifat-sifat fisiko-kimiawinya belum sempurna diketahui.
Relaxin terutama dihasilkan oleh corpus luteum selama masa kebuntingan. Disamping itu, plasenta dan mungkin uterus mengsekresikan relaxin pada beberpa jenis hewan. Pada wanita, sapi, kelinci, dan marmot, konsentrasi relaxin meninggi dengan bertambahnya masa kebuntingan sampai mencapai suatu ketinggian.

Fungsi fisiologi relaxin teutama berhubungan dengan partus dan bekerja sama dengan estrogen, yaitu :
  1. Mempermudahkan keluarnya poetus pada waktu partus.
  2. Menimbulkan dilatasi servix uteri pada babi, sapi, tikus dan mencit.
  3. Menghambat aktifitas myometrium/ konsentrasi uterus.
  4. Menghambat kadar air dalam uterus bersama estrogen dan menyebabkan pertambahan pertumbuhan uterus.
  5. Menyebabkan peningkatan pertumbuhan kelenjar mamae bila diberikan bersama estradiol dan progesteron. 
        gambar beberapa hormon steroid utama pada mamalia
hormon steroid







BAGIKAN KE MEDIA SOSIA DENGAN MENEKAN TOMBOL DIBAWAH

CIRI-CIRI ORGAN JANTAN REPTIL BESERTA PETA KONSEP

2:40:00 AM 0
      Selamat malam bagi pembaca biologi asyik yang ganteng-ganteng dan cantik moga kalian semua sehat semua dan selalu berada dijalan yang positif amin. kali ini admin akan membahas tentang ciri-ciri organ jantan reptil serta perbedaan buaya jantan dan betina secara morfologi dan dilengkapi dengan saluran reproduksinya beserta gambar. Baiklah tidak berlama-lama mari kita langsung membahas materi nya yang diawali dengan peta konsep. Selamat membaca semoga ilmu yang tak seberapa ini bermanfaat bagi nungsa dan bangsa (lebay) hahah langsung aja cikidottttttt.......

Peta Konsep Organ Jantan Reptil

peta konsep reptil jantan

PERBEDAAN BUAYA JANTAN DAN BUAYA BETINA SECARA MORFOLOGI
  • Buaya jantan dapat tumbuh hingga 3 meter.
  • Buaya betina jarang, melampaui 2,5 meter


CIRI-CIRI REPTIL JANTAN

  1. HEMIPENIS
  2. Sepasang testis
  3. Memiliki epididimis
  4. Memiliki vas deferens

ciri organ dalam reptil jantan


Saluran Reproduksi

  1. Duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis.
  2. Epididimis sebagai saluran yang sangat berkelok-kelok keluar dari testes di sebelah lateral testes. 
  3. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis
  4. wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
  5. Hemipenis merupakan sepasang alat copulatio yang berupa tonjolan di dinding kloaka. Hemipenis ini jika dalam keadaan istirahat akan melipat masuk ke dalam pangkal cauda dengan dinding ototnya di bagian luar, kemudian jika akan mengadakan copulatio di tonjolkan keluar.

reprodusi reptil

anatomi nama organ repti

*T E R I M A           K A S I H*
Jangan Lupa komen ya :-)
buaya darat



PengertianTanah dan Nutrisi Tumbuhan

1:57:00 AM 0
 A.  Komponen Tanah

Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.

Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmuwan tanah juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah.
 Fungsi Tanah :
·         Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
·         Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
·         Penyedia kebutuhan sekunder tanaman
·         Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.

Komponen penyusun tanah :
1. Bahan Padatan berupa bahan mineral
2. Bahan Padatan berupa bahan organik
3. Air
4. Udara

presentase komponen penyusun tanah

Bahan Mineral (45%)
  • ·         Terdiri dari kumin mineral -pasir (kuarza), dan kelodak.
  • ·         Kuarza mengandungi silika dioksida± sebagai komponen tanah yang penting.
  • ·         Kumin pasir dan kelodak mempunyai silika dioksida tinggi ± tidak terlibat dalam tindakbalas kimia dalam tanah.
  • ·         Kumin liat terdiri dari silika oksida, oksida ferum dan aluminium.


Bahan organik (5%)BOoo2. BAHAN ORGOrganikO
  • ·         Bahan organik terhasil daripada pereputan sisa tumbuhan dan haiwan.
  • ·         Humus ialah hasil akhir pereputan bahan organik.
  • ·         Sumber bahan organik - sisa tumbuhan dan haiwan, najis, tumbuhan dan haiwan mati
  • ·         Bakteria dan kulat merupakan agen penguraian yang mengurai bahan organik di dalam tanah. U

       Udara ( 25%)A 25%
  • ·  Rongga tanah yang tidak diisi dengan air akan diisi oleh udara (gas tanah).
  • ·         Gas tanah mengandungi banyak karbon dioksida dan kelembapan tinggi berbanding di atmosfer.
  • ·         CO2 lebih banyak kerana respirasi akar dan organisme tanah dan pereputan bahan organik di dalam tanah. CO2 yang dibebaskan terperangkap di dalam tanah.
  • ·         Gas oksigen tanah penting untuk respirasi akar dan organisma tanah. 4. AIR 25
Air  (25%)
  • ·         Rongga tanah halus dipenuhi cecair dan rongga lebih besar terisi gas.
  • ·         Kandungan air tanah pada paras muatan medan memastikan bekalan oksigen mencukupi.

B.  Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.
Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :
·       Air mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
·       Air kuning permanen
Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.[1]

C.  Nutrisi Tumbuhan
Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah.
Nutrisi tumbuhan dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Makronutrien.
Makronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah banyak, yaitu nitrogen, kalsium, potasium, sulfur, magnesium, dan fosfor.

2. Mikronutrien
Mikronutrien adalah elemen-elemen yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit, seperti besi, boron, mangan, seng, tembaga, klor, dan molybdenum. Baik makro dan mikronutrien diperoleh akar tumbuhan melalui tanah.
Akar tumbuhan memerlukan kondisi tertentu untuk dapat mengambil nutrisi-nutrisi tersebut dari dalam tanah. Pertama, tanah harus lembap sehingga nutrien dapat diambil dan ditransport oleh akar. Kedua, pH tanah harus berada dalam rentang dimananutrien dapat dilepaskan dari molekul tanah. Ketiga, suhu tanah harus berada dalam rentang dimana pengambilan nutrien oleh akar dapat terjadi. Suhu, pH, dan kelembapan optimum untuk tiap spesies tumbuhan berbeda. Hal ini menyebabkan nutrien tidak dapat dipergunakan oleh tumbuhan meskipun nutrien tersebut tersedia di dalam tanah.
Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.

Proses Perolehan Nutrisi dan Transformasi Energi Pada Tumbuhan
Tanaman merupakan organisme autotrofik, artinya mampumembentuk makannya sendiri (senyawa organik) dari bahan-bahan anorganik melalui prosesfotosintesis. Akar, batang, daun sudah teradaptasi sedemikian rupauntuk mendukung keperluan tumbuhan dalam memperoleh dan mengolahnutrisi baik daritanah maupun udara.Tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri dengan fotosintesis.

nutrisi tanah

D.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Mineral

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan mineral adalah :
  • ·        Suhu
  • ·         Konsentrasi ion H+
  • ·       Cahaya


E.  Peranan dan Gejala Difisiensi Mineral
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk).
Mineral mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu tanah, antara lain sebagai indikator cadangan sumber hara dalam tanah dan  indikator muatan tanah beserta lingkungan pembentukannya.

Fungsi dan Manfaat Mineral

Ketika disandingkan dengan kata vitamin, mineral memegang peranan penting bagi perkembangan dan kesehatan tubuh. Tubuh yang kekurangan mineral merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai macam keluhan penyakit, mulai dari sakit kepala hingga terganggunnya kesehatan jantung.
Mineral ini pun dibagi menjadi dua, yaitu mineral utama yang terdiri dari kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, klorida dan sulfur. Sementara jenis kedua biasa disebut dengan trace mineral, diantaranya adalah zat besi, seng, mangnesium, kobalt, tembaga, yodium, kromium, selenium, nikel dan silikon.
Setiap sumber mineral itu pun memliki fungsi masing-masing yang harus dicukupi, dimana kadar mineral dalam tubuh dari kedua jenis ini harus tetap seimbang demi kesehatan tubuh. Caranya tak lain dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan, susu, dan sayuran yang menjadi sumber mineral alami. Misalnya bila kita meningkatkan konsumsi pisang, tomat, susu kedelai, dan bayam, maka hal ini berguna untuk memberi asupan kalium yang cukup bagi tubuh. Kalium sendiri dibutuhkan untuk kesehatan otot dan syaraf. Apabila tubuh kekurangan kalium, risiko timbulnya berbagai keluhan seperti tubuh terasa lemas, nyeri, dan terjadinya ketegangan syaraf pun dapat meningkat. Daun selada, ketimun, kentang, dan kacang merupakan makanan lain yang juga kaya akan kalium. Demikian pula halnya dengan jenis mineral lainnya yang akan menimbulkan dampak tersendiri bila asupan pada tubuh berkurang.
Gejala/Kekurangan mineral:
1.      Nitrogen          : Daun berubah menjadi kuning(chlorosis)
2.      Fosfor              : Kehilangan daun pada pertumbuhan awal
3.      Belerang          : Bermasalah dengan pertumbuhan, tanaman berubah menjadi kuning
4.      Potasium         : Ujung daun dan tepi daun berwarna kuning
5.      Kalsium           : Bagain-bagian tanaman tumbuh tidak sempurna
6.      Magnesium      : Chlorosis, warna memudar, daun rontok
7.      Besi                 : Dun berubah menjadi kuning
8.      Tembaga          : Pertumbuhan tidak sempurna, cepat layu, daun mengisut
9.      Mangan           : Jaringan urat antara daun akan mati
10.  Seng                : Urat daun akan berwarna kekuningan dan pertumbuhan terhambat
11.  Boron              : Daun muda nampak tertutup
12.  Molibdenum    : Bintik kuning pada urat daun
13.  Vanadium       : Pertumbuhan terhambat

                                                                          Kesimpulan

Tanah adalah salah satu sumberdaya alam yang sangat penting. Tidak mungkin ada kehidupan di permukaan bumi tanpa adanya tanah. Berbagai produk tanaman dihasilkan dari tanah, dan produk itu digunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber bahan pangan, pakaian dan bahan bangunan. Meskipun teknologi budidaya tanaman demikian maju, contohnya dengan sistem hidroponik atau aeroponik yang luas, namun tanah sebagai media tumbuh sulit ditinggalkan. Komponen penyusun tanah :
1. Bahan Padatan berupa bahan mineral
2. Bahan Padatan berupa bahan organik
3. Air
4. Udara